Berita19

berita, download, askep, anak, bedah, dalam, gadar, icu, jiwa, komunitas, kulit, manajemen, mata, maternitas, prosedur, saraf, THT

Menghindari Pola Hidup Sekuler

Posted by berita19 pada 18/02/2010

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad, keluarga, sahabat dan seluruh pengikut beliau yang istiqomah menempuh jalan-jalan Al-Islam, amien.

Jalan hidup sekuler telah mewabah keseluruh penjuru dunia, ketika manusia merasa terkungkung dengan peraturan-peraturan agama yang dibuat oleh para petinggi-petinggi agama, maka kemudian para pemikir, ilmuwan dan filosof menjadi gerah dan merasa terkungkung, sehingga mereka mencetuskan pemikiran-pemikiran, pemahaman-pemahaman yang mengajak masyarakat keluar dari kungkungan aturan-aturan agama yang telah ditelorkan oleh para pemuka-pemuka agama.

Islam agama Allah yang sangat keras mengingatkan kepada umatnya, terutama kepada para orang-orang alim-nya agar jangan pernah membuat-membuat tambahan atau mengurangi dengan isi agama yang datang dari Allah lewat Rasul-Rasul-Nya. Dan Allah di dalam kitab suci Al-Qur’an memberi contoh tentang penyimpangan-penyimpangan para pemuka-pemuka agama sebelum Islam diturunkan, sebagaimana firman-Nya

Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? (QS. 2:75)

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan. (QS. 2:79)

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya,” lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima. (QS. 3:187)

Allah memerintahkan kepada para orang-orang yang faham agama Islam untuk menyampaikan penjelasan Islam kepada umat manusia dalam bentuk apa adanya, tidak ada penambahan dan pengurangan. Manusia yang mengamalkan agama dengan benar dan lurus tanpa tambah-tambahan dari manusia, berarti telah menempuh jalan lurus yang dikehendaki Allah. Sebaliknya bila agama sudah dicampuri oleh tangan manusia maka akan menyimpang jauh menuju kesesatan.

Manusia yang mengamalkan agama Allah dengan benar dan lurus maka jiwanya akan mendapatkan curahan petunjuk dan rahmat dari Allah, sedang apabila mereka mengamalkan sesuatu yang datang bukan dari Allah, maka Allah tidak akan mencurahkan petunjuk dan rahmatnya. Ketenangan, ketenteraman dan kebahagiaan jiwa menjadi bukti akan kebenaran seseorang dalam mengamalkan agama Islam sebagaimana firman Allah yang artinya,

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 10:62)
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa. (QS. 10:63)

Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (QS. 10:64)

Orang yang benar dan lurus dalam beragama islam akan merasakan hidup penuh dengan ketenangan, ketenteraman, kebahagiaan, kekhusu’kan yang terasa nyata dihati. Segala peraturan dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih, bila diamalkan akan membuahkan rasa bahagia tersebut.

Ketika agama sudah dicampuri oleh manusia dengan berbagai syareat-syareat buatan manusia, dan upacara-upacara keagamaan buatan manusia maka Allah tidak akan menurunkan petunjuknya dan rahmatnya kepada orang-orang yang melakukannya.

a. Peran ilmu dan teknologi.

Tidak dipungkiri proses sekularisasi bangsa-bangsa diberbagai belahan dunia biasanya dibarengi dengan adanya revolusi ilmu dan teknologi, disusul dengan revolusi industri dan revolusi budaya.

Kecenderungan manusia untuk mencintai dunia yang amat sangat, mengakibatkan manusia tidak lagi mengetahui tujuan kehidupan, manusia sering membodohkan dirinya untuk lebih senang bodoh tidak mengetahui tujuan Allah menciptakan Alam raya, padahal tujuan penciptaan alam raya oleh Allah adalah sangat jelas

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS. 17:44)

Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Tuhan) dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Tuhannya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 42:5)

Dan kepunyaan-Nyalah segala yang ada di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. (QS. 21:19)

maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat), dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan Kamilah yang melakukannya. (QS. 21:79)

Semua makhluq yang diciptakan oleh Allah bertugas untuk melihat tanda-tanda keagungan Allah dan kemudian bersyukur kepadanya dengan cara rajin bertasbih mengagungkan-Nya. Hanya makhluq-makhluq yang telah durhaka dan menyimpang, kepada Allah mereka akan meninggalkan tugas utama tersebut, sebagaimana firmannya.

Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang melata dan sebagian besar daripada manusia, dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barang siapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. (QS. 22:18)

Orang-orang yang mengabaikan tuntunan Allah dan acuh-tak acuh dengannya, dan sering mengabaikan, tidak menjalankan perintah-Nya, suka melanggar larangan-Nya, maka mereka akan menjadi manusia yang menempuh jalan kehinaan, sehingga mereka menjadi hina, tidak lagi suka mendekat kepada Allah Tuhan Yang Maha Suci, bahkan mereka lebih suka meyakini bahwa Allah itu tidak ada alias atheis.

Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan. (QS. 45:22)
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ilahnya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat).Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran (QS. 45:23)
dan mereka berkata:”Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja. (QS. 45:24)

orang-orang yang telah menuhankan hawa nafsu, yang selalu memperturutkan bujukan syaitan dan hawanafsu maka mereka akan jauh dari Allah, dan mereka lebih suka memiliki keyakinan bahwa Allah itu tidak ada, sehingga mereka kemudian menjadi manusia-manusia atheis, yang hidup sesuai dengan kemauan hawa nafsunya dan tidak mempercayai kepada aturan-aturan Allah Tuhan Yang Maha Suci.

Ilmu dan teknologi yang telah didapatkan oleh orang-orang yang tidak memahami tujuan hidup yang benar, maka akan digunakan untuk bersenang-senang memperturutkan hawanafsunya di muka bumi. Sehingga dengan demikian mereka akan semakin menjauhkan mereka dari jalan-jalan yang diridhoi oelh Allah.

b. Ilmu dan Teknologi di hati orang beriman.

Orang yang tumbuh dengan pemahaman dan amaliyah-amaliyah yang benar dan lurus, dan rajin mendidik diri dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, akan menemukan ilmu dan teknologi adalah sebagian nikmat-nikmat Allah yang Allah berikan pada kehidupan dunia ini, sebab ilmu Allah itu sangat luas tak terbatas

Katakanlah:”Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula). (QS. 18:109)

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah.Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 31:27)

Ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah Allah ilhamkan kepada manusia adalah sebagian kecil dari ilmu Allah. Dan itu semua sekaligus menjadi bukti-bukti akan ke Maha Besaran dan ke Maha Agungan Allah SWT. Sehingga dengan ilmu dan teknologi yang diberikan Allah tersebut manusia tetap harus menggunakannya di jalan-jalan kesyukuran. Jalan-jalan yang membawa manusia untuk semakin mudah dalam beribadah mengagungkan Allah.

c. Aturan dan Syareat Allah.

Hati orang-orang beriman telah benar-benar merasakan bukti-bukti nyata akan kebenaran aturan-aturan Allah. Dengan melatih diri untuk hidup mengikuti aturan Allah maka bukti-bukti nyata tentang petunjuk, ketenteraman, kebahagiaan, nyata ada di dalam hati. Walaupun dinamika kesejahteraan materi terus saja berubah dan bergeser, namun hati orang beriman telah benar-benar menemukan keagungan Allah dalam kehidupan.

Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main.Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. (QS. 29:64)

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian hancur.Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya.Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. 57:20)

Dinamika kesejahteraan materi berubah dari waktu ke waktu dan tidak akan pernah bisa dipegang keberlangsungannya. Sedang kehidupan akherat adalah sesuatu yang pasti akan dijumpai oleh setiap manusia. Sehingga dinamika kesejahteraan yang diterima dalam kehidupan tidak akan menggoyahkan jalan-jalan iman yang sedang ditempuhnya.

Begitu nyata bukti-bukti lahiriah dan batiniah nampak didalam kebenaran Al-Islam, kebenaran Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam hati orang-orang beriman. Sehingga semakin yakin bahwa Allah Tuhan Yang Maha Bijaksana telah amat sayang kepada umat manusia, agar manusia selamat dan bahagia hidupnya di dunia dan di akherat.

Dialah Allah Tuhan Yang Maha Pengasih, Penyayang, Tuhan yang Maha bijaksana, yang memeberi aturan-aturan terindah dan paling tepat untuk terwujudnya keselamatan, kebahagiaan, ketenteraman dan kedamaian untuk kehidupan umat manusia di dunia. Sehingga orang-orang beriman sangat bersyukur dengan aturan-aturan yang diberikan oleh Allah pada mereka.

d. Kesusahan hidup orang-orang sekuler

Ketika manusia sedang berbondong-bondong menuju kehidupan sekuler, dapat dipastikan kejiwaan manusia sedang terjangkiti penyakit kesombongan dan kedurhakaan kepada Allah, dan pasti akan memunculkan kesengsaraan dan penderitaan jiwa. Walaupun manusia bergelimang dengan ilmu dan teknologi, bergelimang dengan harta benda dan gemerlapnya suasana, namun jiwanya akan semakin susah,

Merebaknya minuman keras, berbagai jenis narkoba dan tempat-tempat hiburan remang-remang merupakan barometer tentang terjangkitnya manusia dengan serangan penyakit jiwa. Jiwa yang gundah dan gelisah ingin diobati secara instant dengan hal-hal yang bersifat materi. Namun semuanya bahkan semakin membawa manusia kepada kesengsaraan.

Dan bahkan akhir kehidupan orang-orang yang menempuh jalan hidup sekuler kembali ke akherat dalam keadaan susah dan menderita,

Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar). (QS. 17:72)

Dan barangsiapa yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam. (QS. 23:103)
Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat. (QS. 23:104)
Bukanlah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kamu selalu mendustakannya? (QS. 23:105)
Mereka berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang tersesat. (QS. 23:106)
Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim”. (QS. 23:107)
Allah berfirman: “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku. (QS. 23:108)

Ketika manusia sudah mengabaikan bimbingan Allah di dunia ini, dan telah terjerumus kepada kehidupan durhaka kepada Allah, maka di akherat mereka semakin tidak mengenal Allah, namun mereka harus menempati tempat-tempat yang jauh dari rahmat Allah, tempat-tempat yang menyusahkan. Kita berlindung kepada Allah dari keadaan yang demikian. Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: