Berita19

berita, download, askep, anak, bedah, dalam, gadar, icu, jiwa, komunitas, kulit, manajemen, mata, maternitas, prosedur, saraf, THT

Katakan Yang Benar Meskipun Pahit

Posted by berita19 pada 18/01/2010

Kemewahan dan gemerlapnya dunia telah mampu memperdaya banyak manusia. Membelokkan mereka dari penghambaan kepada Alllah menuju pengagungan kepada harta dunia. Pola kehidupan materialistis telah menyeret banyak orang untuk bangga, cinta dan menghamba kepada harta, tahta dan wanita. Mereka yang licik menggunakan akalnya untuk mbrobosi aturan agar mendapatkan keuntungan.

Mereka yang kuat/berkuasa menggunakan ototnya untuk mengeruk kekayaan tanpa kenal halal haram. Mereka sikut kanan kiri, mereka singkirkan orang-orang yang baik, mereka tendang orang-orang yang berpotensi yang mereka anggap akan mengancam posisinya. Mereka rangkul kroni-kroni dan orang-orang yang bermental ABS (Asal Bapak Senang) untuk meneguhkan kedudukannya.

Mereka kedepankan kebengisan untuk menunjukkan bahwa dialah yang berkuasa. Mereka sebarkan intimidasi agar orang tidak mengusik kemaksiatan yang sedang mereka nikmati. Mereka tampilkan kebijakan tangan besi terhadap orang yang lemah dan tidak berdaya untuk melakukan perlawanan.

Prita Mulyasari yang di meja hijaukan karena curhat melalui email di Jakarta, mbah Minah yang mengambil 3 biji kakao di Banyumas, Basar dan Kholik yang mengambil satu biji semangka di Kediri menjadi bukti pendekatan tangan besi yang dilakukan oleh orang kuat terhadap yang lemah. Sedang mereka yang membawa lari milyaran bahkan trilyunan uang rakyat, menghirup udara segar di berbagai belahan dunia. Sedang yang masuk penjarapun mampu membeli perlakuan khusus, kamar khusus, dan fasilitas khusus selama tidak ada kunjungan pejabat tinggi.

Para pengusaha dan pejabat menjadi hamba harta dunia Hukum dan keadilan bisa mereka perjual belikan. Mafia peradilan dan makelar kasus merajalela. Maka pantas kalau Rasulullah saw pernah memberitakan bahwa di antara tiga hakim, ada dua yang masuk neraka dan hanya satu yang masuk sorga. Dalam situasi seperti ini kebanyakan manusia menjadi takut mendapatkan resiko yang berat untuk menyuarakan kebenaran. Padahal Islam mengajarkan kepada kita semua bahwa kehidupan dunia ini hanya sementara. Sedang yang kekal adalah kehidupan akherat. Maka mestinya kita tidak takut mendapatkan resiko dalam kehidupan yang hanya sementara ini, tetapi lebih takut mendapatkan resiko dalam kehidupan yang kekal di akherat.

Imam Baihaqi meriwayatkan bahwa Rasulullah saw pernah berpesan kepada Abu Dzar Al Ghifari agar mencintai orang miskin dan lemah dan supaya mengatakan yang benar meskipun pahit.

عَنْ اَبِى ذَرٍّ رض قَالَ: اَوْصَانِى خَلِيْلِى ص بِخِصَالٍ مِنَ اْلخَيْرِ. اَوْصَانِى اَنْ لاَ اَنْظُرَ اِلَى مَنْ هُوَ فَوْقِى، وَ اَنْ اَنْظُرَ مَنْ هُوَ دُوْنِى. وَ اَوْصَانِى بِحُبِّ اْلمَسَاكِيْنِ وَ الدُّنُوِّ مِنْهُمْ، وَ اَوْصَانِى اَنْ اَصِلَ رَحِمِى وَ اِنْ اَدْبَرَتْ، وَ اَوْصَانِى اَنْ لاَ اَخَافَ فِى اللهِ لَوْمَةَ لاَءِمٍ، وَ اَوْصَانِى اَنْ اَقُوْلَ اْلحَقَّ وَ اِنْ كَانَ مُرًّا، وَ اَوْصَانِى اَنْ اُكْثِرَ مِنْ لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ. فَاِنَّهَا كَنْزٌ مِنْ كُنُوْزِ اْلجَنَّةِ. الطبرانى و ابن حبان فى صحيحه و اللفظ له، فى الترغيب و الترهيب

Dari Abu Dzarr RA, ia berkata, “Kekasihku Rasulullah SAW mewashiyatkan kepadaku dengan beberapa kebaikan. Beliau mewashiyatkan kepadaku agar tidak melihat kepada orang yang diatasku dan supaya aku melihat kepada orang yang di bawahku. Beliau mewashiyatkan kepadaku supaya mencintai orang-orang miskin dan orang-orang yang lemah. Beliau mewashiyatkan kepadaku agar aku menyambung hubungan sanak saudaraku meskipun mereka berpaling. Beliau mewashiyatkan kepadaku supaya karena Allah aku tidak takut celaan orang yang mencela. Beliau mewashiyatkan kepadaku supaya aku mengatakan yang benar meskipun pahit (akibatnya). Dan beliau mewashiyatkan kepadaku supaya memperbanyak ucapan “Laa haula walaa quwwata illa billaah” (Tiada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah), karena ucapan itu merupakan simpanan dari simpanan-simpanan surga”. [HR. Thabrani dan Ibnu Hibban di dalam shahihnya dan lafadh ini baginya, dalam Targhib wat Tarhib 3: 337]

Sebagai pemeluk agama Islam, kita telah dimuliakan Allah dengan iman. Allah telah membeli diri dan harta kita dengan sorga [QS. At-Taubah : 111].

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالإنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.”

Maka tidak layak bagi kita untuk membeo, mengamini kedzoliman para penguasa terhadap orang-orang yang lemah. Kita harus berani tampil di barisan depan dalam menyuarakan kebenaran. Bangsa ini sedang diseret oleh para penguasa dan pengusaha kaya yang jahat menuju kehancuran untuk kepentingan pribadi mereka masing-masing. Siapa lagi kalau bukan kita yang harus tampil di depan membelokkan arah kehidupan bangsa ini menuju jalan keselamatan dengan memperjuangkan dan menegakkan kebenaran.

Semangat para facebookers dalam membela Bibit S Riyanto dan Chandra M Chamsyah dan para pengumpul koin untuk mendukung Prita Mulyasari patut kita hargai. Cara-cara damai untuk memperjuangkan kebenaran yang mereka lakukan patut kita acungi jempol. Mari kita jaga lentera kebenaran yang sudah terang menyala ini demi kejayaan bangsa.

Di depan badai mungkin menghadang. Namun dengan kebersamaan dan persatuan yang lemah akan menjadi kuat, yang kecil akan menjadi besar, yang berat akan menjadi ringan, dan yang sulit akan menjadi mudah. Dalam kebersamaan yang pahitpun akan terasa menjadi manis. Semoga Allah menguatkan hati kita semua untuk senantiasa berkata yang benar meskipun akibatnya terasa pahit.

Iklan

3 Tanggapan to “Katakan Yang Benar Meskipun Pahit”

  1. Aisyah said

    Makasih infonya mas…
    Artikel yang bagus……

  2. wah…bicarain keadilan dalam pemerintahan di indonesia ini rasanya seperti gak akan ada habisnya loh??? terlalu mengiris hati !!! ampun deh… apa bisa diperbaikin y? jawabannya : tergantung…sampai mana tingkat keimanan mereka, khususnya para pemimpin dan pejabat di negara ini kaliii ya?????

  3. Saya sangat tersentuh dengan posting saudara, saudara adalah teman saya, seorang pembela kebenaran.
    Sekularisme tak hanya ada di Barat tapi juga merambah pada bangsa kita, tak hanya di perkotaan bahkan sampai pelosok desa, na’udzubillah, Qulilhaqqo walau kaana murro.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: